Cuaca Ekstrem, 10 Hektare Padi Rusak

Padi

Akibat cuaca ekstrem dan angin kencang yang bertiup selama tiga hari terakhir, sekitar 10 hektare lahan pertanian di Desa Bulu dan Desa Jetis, Jaten serta Tasikmadu rusak parah. Tanaman padi yang siap dipanen tersebut ambruk dan patah sehingga petani harus melakukan panen dini jika tidak ingin merugi.
“Harusnya satu minggu lalu dipanen, tapi karena angin kencang, padinya jadi rusak mas,” ujar Suwardi petani di Jetis, Jumat (27/1).
Sunardi, petani lainnya di Desa Bulu mengatakan selama sepekan ini angin memang bertiup cukup kencang. Apalagi pada hari Selasa (24/1) dan Rabu (25/1) kemarin angin tidak henti-hentinya bertiup kencang menerjang sawahnya.
“Senin sore sewaktu saya lihat, padinya masih bagus. Tetapi mulai Selasa pagi sudah mulai banyak yang ambruk dan bertambah lagi pada hari Rabunya,” imbuh dia.
Karena hampir bersamaan kasusnya, lanjutnya para petani akhirnya kompak dan menyatakan akan dipanen dini pada hari Jumat (27/1) ini untuk menyelamatkan tanaman dari kerusakan dan meminimalkan kerugian.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya informasi mengenai rusaknya lahan pertanian petani akibat terjangan angin. Jika memang adanya banyak yang ambruk, dirinya meminta kepada para petani untuk segera memanen dini padinya.
Hal tersebut harus dilakukan untuk meminimalkan kerusakan dan juga mencegah kerugian semakin banyak. “Ini petugas sedang turun ke lapangan guna melakukan pendataan,” katanya saat dihubungi, Jumat (27/1).