Berharap Karanganyar Selalu Tenteram

Sejumlah pejabat di Karanganyar mulai Kepala Dinas hingga para camat berjajar rapi, duduk bersila di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (20/12). Kedatangan mereka sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bukan karena akan ada pengarahan dari Bupati, namun datang guna mengikuti prosesi jamasan keris Kyai Pamot. Keris ini adalah pusaka titipan dari Raja Mangkunegaran VIII kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar pada masa Bupati Hartono tahun 1985.
Prosesi jamasan itu sendiri berlangsung sangat sederhana dibandingkan dengan jamasan tahun lalu. Tahun lalu, sebelum dijamas, keris diarak mengelilingi pendapa rumah dinas Bupati dan dihadiri berjubel warga sekitar.
Setelah dijamasi selama 15 menit, keris Kyai Pamot langsung dimasukkan dalam kotaknya dan diserahkan kembali kepada Bupati untuk disimpan di tempat semula.
Bupati Rina Iriani mengungkapkan jamasan tersebut dilakukan untuk membersihkan dari segala kesialan dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Karanganyar selalu tenteram. “Bupati sebelum saya juga melakukan jamasan, jadi ini hanya meneruskan tradisi saja. Dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya (20/12).
Sementara itu, Abdi Dalem Keraton Mangkunegaran, Lilik Priyarso mengatakan jamasan Kyai Pamot harus dilakukan pada bulan Sura dengan filosofi bulan ini adalah bulan suci untuk memulai segala sesuatu. “Jadi di awal bulan, harapannya semuanya itu bersih termasuk pusakanya juga,” kata dia.
Lilik menjelaskan adanya Keris Kyai Pamot berawal dari permintaan warga Karanganyar agar memiliki sebuah pusaka, akhirnya dari Mangkunegaran VIII sekitar tahun 1960-an menitipkan Kyai Pamot di Karanganyar.