Penetapan Raperda RTRW Dipastikan Molor

Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sedianya selesai sebelum tutup tahun 2011 dipastikan molor. Pasalnya, Panitia Khusus (pansus) DPRD Karanganyar belum dapat menemukan rumusan tepat guna penataan dan pengelolaan kawasan industri di Bumi Intanpari.

Wakil Ketua Pansus I DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo mengatakan sebenarnya keberadaan Perda RTRW tersebut mempunyai keterkaitan dengan sejumlah faktor penting di masyarakat. Namun dirinya mengaku melakukan penataan kawasan industri sangat berkaitan dengan masalah kompleks. “Karena itu, hingga saat ini belum selesai diparipurnakan di tahun 2011,” ujarnya, kemarin (18/12).

Paling cepat, lanjut dia, pembahasan Raperda RTRW bakal diagendakan awal tahun 2012. Kompleksnya permasalahan, membuat Pansus harus memperimbangkan banyak hal dalam menyusun Raperda RTRW.

Dia juga menambahkan, nantinya produk Perda akan berlaku untuk jangka panjang, sekitar 20 tahun. Karena itu dibutuhkan kecermatan dalam penyusunannya. Jika salah, selain berimbas kepada masyarakat, dampak investasinya tentunya juga akan berimbas di tahun mendatang. “Kalau tidak tepat, selama 20 tahun ke depan siapa yang akan berinvestasi jika salah sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo, menjelaskan untuk penetapan Raperda RTRW memang tidak diharuskan bisa terselesaikan di akhir tahun 2011. Sebab, sejauh ini Penetapan APBD 2012 masih jadi prioritas pembahasan. “Kita sadar, dibutuhkan kecermatan dalam membuat sebuah Perda, Makanya RTRW bisa dilanjutkan di tahun mendatang jika memang belum selesai,” imbuh dia.