Karanganyar Harus Segera Operasi Bibir Sumbing

Gubernur Jawa Tengah, Rutriningsih berharap Kabupaten Karanganyar mempercepat program bebas bibir sumbing yang ditargetkan rampung pada tahun 2013 depan.

“Kalau masih ada bibir sumbing, berarti masih ada kasus gizi buruk di Karanganyar, hal ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya seusai memantau pelaksanaan operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis yang diadakan di Rumah Sakit Umum Daerah di Karanganyar, Sabtu kemarin (26/11). Menurutnya, percepatan kasus bibir sumbing tersebut harus dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan diri seseorang. Ia mengatakan kelainan bibir sumbing dan langit-langit terjadi karena beberapa faktor yakni adanya faktor gizi buruk, kekurangan mineral) dan pernikahan sedarah atau incest. “Tapi yang paling dominan yakni karena asupan gizi saat di dalam kandungan masih kurang,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja,dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno menambahkan total di Kabupaten Karanganyar ada sekitar 66 penderita kelainan bibir sumbing dan langit-langit yang tersebar di 17 Kecamatan. “Hingga Minggu (27/11) kita targetkan mengoperasi 28 pasien, lima untuk operasi langit-langit dan 23 lainnya operasi bibir sumbing,” .

Dirinya menegaskan, sesuai program kerja Pemkab Karanganyar tahun 2013 nanti tidak ada lagi warga di Karanganyar yang menderita bibir sumbing. Hal ini tentunya membutuhkan kerja keras karena mereka harus mulai mengajari masyarakat mengenai asupan gizi.

Pelaksaan operasi tersebut terjalin atas kerja sama dari berbagai pihak yakni antar Pemkab Karanganyar, RSUD Karanganyar serta Yayasan Permata Sari dari Semarang.