Tren Tolak Imunisasi Meningkat

Tren penolakan masyarakat terhadap imunisasi kian meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, penolakan telah membuat target program imunisasi polio dan campak Kabupaten Karanganyar tak tercapai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menyatakan realisasi capaian imunisasi di Karanganyar hanya mencapai sekitar 90 persen, dengan rincian imunisasi polio 98, 5 persen dan campak 98, 3 persen. “Totalnya ada 123. 704 balita yang menjadi sasaran imunisasi, dan belum semuanya diimunisasi,” ujarnya.

Kendala belum terselesaikan program imunisasi untuk polio dan campak, menurut dia karena masih adanya sikap penolakan yang ditunjukkan orangtua balita atau anak yang menjadi sasaran imunisasi. “Kita sudah lakukan pendekatan dengan berbagai cara, namun tampaknya masih banyak orangtua yang menolak,” jelas dia.

Alasan penolakan, sambung Cucuk tidak diketahui alasan detailnya. Hanya saja pada tahun sebelumnya, kasus penolakan juga terjadi dengan alasan tak sejalan dengan keyakinan yang mengharamkan masuknya zat imunisasi.

Tren penolakan melakukan imunisasi tersebut, lanjutnya semakin meningkat seiring dengan berlalunya era reformasi, yakni mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tetapi alasan penolakan di tahun 2011 inilah yang terkesan mengada-ada. Fenomena penolakan pemberian imunisasi, kata Cucuk tidak hanya terjadi di Karanganyar tetapi menyeluruh juga terjadi di berbagai kabupaten lainnya.

Lebih lanjut, guna menggenjot angka imunisasi tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa upaya yakni dengan sistem sweeping mendatangi rumah warga yang enggan dilakukan imunisasi. “Kadang saat petugas datang, tuan rumah enggan membukakan pintunya, banyak juga yang bilang bayinya sehat jadi tidak perlu imunisasi,” jelasnya.