Bupati Jamin Nasib Pemulung di TPA Jumantono

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menjamin tidak ada pekerja dan pemulung di TPA Jumantono yang dipecat atau tidak diperbolehkan memulung lantaran kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Eco, investor dari Korea.

Menurutnya, adanya kerja sama dengan investor Korea tersebut selain dapat menghemat APBD sekitar Rp 4 miliar dari upah pekerja dan pengelolaan sampah, nantinya setelah 25 tahun ke depan pengelolaan tersebut akan dikembalikan lagi kepada Pemkab Karanganyar. “Mereka tetap bekerja di sana seperti biasanya, hanya nanti beda pengelolanya,” ujarnya seusai membuka Semiloka radikalisme dan terorisme di Taman Sari Hotel, Selasa (22/11).

Mengenai keluhan para pemulung yang merasa takut tidak dapat memulung lagi di sana. Dirinya berjanji akan tetap mengusahakan agar para pemulung yang mata pencahariannya mengumpulkan sampah plastik tersebut tetap bisa bekerja seperti biasanya.

Pengelolaan sampah di TPA Desa Sukosari Kecamatan Jumantono itu, sambung Rina rencananya PT Eco akan mendirikan sebuah pabrik pengelolaan sampah yang dapat mengolah sampah sekitar 1000 ton per hari. Setelah pabrik tersebut jadi, pihaknya meminta agar kabupaten di seputaran Karanganyar dapat membuang sampah di Kabupaten Karanganyar. “Idealnya sebenarnya butuh lahan 4 hektare, sekarang baru ada 3,3 hektare tetapi mereka pun sudah setuju,” tandasnya.

Sesuai Jadwal, lanjut dia, pabrik pengolahan sampah tersebut direncanakan akan segera dibangun pada awal Januari 2012 dengan penambahan lahan sekitar 6.000 meter. Nantinya dia berharap dengan adanya pengolahan sampah bisa dikelola menjadi bio etanol, bio gas maupun energi listrik. Sehingga bisa menjadikan Karanganyar sebagai Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki pengolahan sampah terpadu. “Mudah-mudahan, sebelum 17 Agustus 2012 bisa selesai, doakan aja,” pinta dia.

Sebelumnya, sejumlah pemulung di TPA Jumantono tersebut mengaku menolak pabrik pengolahan sampah, karena dengan adanya pabrik tersebut, mata pencaharian sekitar 60 pemulung sampah plastik bakal tergusur dan ditutup untuk umum.

Karena itu mereka mendesak agar pengelolaan sampah di TPA Jumantono tersebut diberlakukan seperti biasanya, tidak usah dikelola oleh investor Asing. n Sari Hardiyanto