Korea Digandeng Kelola Sampah

Pemkab Karanganyar telah menyiapkan lahan tambahan sekitar 6.000 meter persegi di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono sebagai tambahan area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Langkah ini seiring dengan adanya kesepakatan pengelolaan sampah antara Pemkab dengan investor asal Korea, baru-baru ini.

Adanya kesepakatan ini diyakini bisa menjadi solusi atas persoalan sampah di Karanganyar. Direncanakan proyek ini akan dimulai awal 2012 dengan sistem pengelolaan profesional. Bupati Karanganyar, Rina Iriani menjelaskan pengelolaan sampah secara profesional artinya tidak lagi sekadar ditumpuk seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lainnya, namun dari sampah yang dikumpulkan tersebut nantinya akan diolah menjadi bioetanol, biogas maupun untuk kepentingan energi pembangkit listrik.

“Setiap harinya sampah di Karanganyar hanya berkisar 140 ton hingga 30 ton, tetapi dengan pengelolaan secara profesional ini bisa mencapai 100 ton per hari. Makanya kita berharap Solo, Sukoharjo, Wonogiri dan Kabupaten lain mau membuang sampah di Karanganyar,” papar Bupati, Minggu (20/11).
Kerja sama antara Pemkab dengan investor dari Korea tersebut, lanjutnya merupakan investasi murni. Dengan kesepakatan selama 25 tahun ke depan keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan sampah itu seluruhnya masuk kantong investor. Setelahnya, baru diserahkan kepada Pemkab.

“Itu bukan berarti kita rugi, karena dengan adanya pengelolaan sampah oleh mereka, Pemkab dapat menghemat anggaran Rp 4 miliar per tahunnya,” kata dia Angka Rp 4 miliar, merupakan besaran biaya yang dipergunakan untuk mengelola sampah tiap tahunnya dari total belanja pegawai sampah, biaya transportasi pengangkutan sampah serta biaya tambahan lainnya yang dipergunakan untuk mengelola sampah.

Lebih lanjut, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) dirinya menjamin tidak ada petugas sampah di Karanganyar yang akan diberhentikan dengan adanya pengelolaan sampah baru tersebut. Pasalnya sebagian besar petugas di TPA tetap akan dipekerjakan untuk membantu pengelolaan, dan khusus warga sekitar dirinya juga mengusulkan agar dipakai sebagai tenaga kerja tambahan.