Musim hujan, waspadai flu burung

Pemilik peternakan unggas diminta untuk memperhatikan kesehatan unggasnya selama musim hujan ini. pasalnya, saat hujan, biasanya dibarengi dengan peningkatan kasus penyakit hewan unggas. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) pun mengantisipasi agar kasus fu burung atau avian influenza, tidak bekembang lagi.

Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta mengatakan, biasa penyakit yang disebabkan dan dibawa oleh virus H5N1 ini semakin kian berkembang dan tidak akan mati. Palagi jika kondisi cuaca sangat mendukung, seperti belakangan ini.

“Perubahan musim dari panas ke hujan secara tiba-tiba ini harus diwaspadai. Memang saat ini belum ada kasus yang dilaporkan terkait dengan unggas yang mati. Tapi sebagai langkah antisipasi, warga maupun pemilik ternak harus memperhatikan ternak yang dipeliharanya,” ujar Hatta, Sabtu (5/11/2011).

Yang perlu dikhawatikan, kata dia, yakni mewabahnya virus flu burung yang semula hanya terjadi pada binatang unggas, lalu beralih juga menyerang ke manusia. Menurut catatannya, selama kurun waktu antara 2004-2007 kasus penyakit hewan unggas mengalami penurunan. Tahun-tahun setelah itu juga dilaporkan ada kasus serupa, namun masih bisa dikendalikan.

Kendati demikian, sebagai langkah kehati-hatian, ia meminta kepada warga untuk segera melaporkan ke Disnakkan bila ada unggas yang mati mendadak tanpa sebab.