Pembangunan fly over, Pemkab Karanganyar tagih janji Pemerintah Pusat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai menagih janji kepada Pemerintah Pusat terkait rencana pembangunan fly over Palur dan penyelesaian jalan tembus Tawangmangu-Magetan, Jatim yang hingga kini belum ada kejelasan.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani ketika dijumpai usai penutupan TMMD tahap II 2011 di lapangan Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (30/10/2011) mengatakan secara resmi telah mengajukan pembangunan fly over saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke Karanganyar.

Bupati mengatakan sudah berulang kali ngoyak-ngoyak ke Pemerintah Pusat agar pembangunan fly over segera terealisasi. Sebab jalan raya Palur merupakan simpang tiga antara kota Solo, Karanganyar dan Sragen hingga Surabaya.

Pada pertigaan itu juga terdapat perlintasan Kereta Api (KA) yang memotong jalan antara Solo dengan Karanganyar. Tingginya frekuensi kereta yang lewat dan padatnya arus kendaraan membuat daerah itu rawan macet dan kecelakaan. ”Pemkab Karanganyar telah membuat studi kelayakan. DED (detail engineering desaignred) juga telah kami serahkan ke sana (Pemerintah Pusat-red). Tinggal menunggu kepastiannya kapan direalisasikan,” ujar Bupati.

Bupati memastikan sebelum berakhirnya masa jabatannya pada 2013 mendatang, pelaksanaan mega proyek pembangunan fly over sudah direaliasasikan. Kemungkinan tahun depan, menurut Bupati, pembangunan fly over dilaksanakan.

Selain menagih fly over, Bupati mengatakan juga menagih janji kapan lanjutan proyek pembangunan jalan tembus Tawangmangu-Magetan yang tinggal dua kilometer dan jembatan. Terlebih proses persoalan pembebasan tanah sudah rampung dilaksanakan setahun terakhir.

Bupati berharap pemerintah pusat segera merampungkan proyek jalan tembus tersebut. Sehingga langkah untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Palur hingga Sragen bisa teratasi. “Tahun ini anggarannya hanya dapat untuk membangun jembatan saja. Padahal masih ada penggalan jalan sepanjang dua kilometer yang belum digarap sama sekali,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui proyek jalan tembus yang sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2006 silam sekitar 17 kilometer, masih ada sisa 2,2 kilometer ruas jalan yang belum dibangun. Sementara jembatan yang belum dibangun ada satu jembatan dari tiga yang direncanakan. Sesuai kebutuhan untuk membangun 2,2 kilometer ruas jalan dan satu jembatan di Banaran membutuhkan dana Rp 30 miliar – Rp 40 miliar. Dengan jalan tembus yang melintasi gunung Lawu ini memperpendek jarak tempuh Solo-Madiun hingga 44 kilometer dibanding Solo-Ngawi-Madiun. Sedangkan secara keseluruhan total dana yang dikucurkan Pemkab untuk pembebasan lahan jalan tembus Tawangmangu-Magetan menelan anggaran hingga Rp 24 miliar.