Jelang Kurban, Waspadai Antraks

Mendekati Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar mewanti-wanti peternak untuk menjaga kesehatan hewan ternaknya dari wabah antraks. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta menyatakan bahwa penyakit antraks merupakan penyakit yang paling sering menyerang ternak hewan pemakan tumbuhan terutama sapi, domba dan kambing.
“Kalau sudah terkena antraks, kemungkinan jangka waktu hidup ternak tersebut relatif rendah,” kata dia di sela-sela Selamatan Pembuatan Film di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Antraks merupakan kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan atau manusia dan bisa menular langsung dari hewan yang sakit. “Karena dapat menular kepada manusia itu yang perlu diwaspadai dari peternak di Karanganyar,” .
Selain mewaspadai antraks menjelang Lebaran Kurban, pihaknya juga memperketat lalu lintas hewan. Pengetatan aturan tersebut diwujudkan dengan keharusan pedagang hewan yang memasok kambing dan sapi dari luar daerah diharuskan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Walaupun agak sulit, pengawasan lalu lintas hewan kurban khususnya dari luar Karanganyar akan terus kita tingkatkan,”.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa yang harus mengantongi surat keterangan kesehatan tersebut tidak hanya pedagang yang berasal dari luar daerah. Namun peternak di Karanganyar yang akan menjual hewannya ke luar kota juga harus mengantongi surat keterangan tersebut.
Selain pengetatan arus lalu lintas hewan, Pihak Disnakkan juga akan memeriksa hewan kurban yang dijual di pinggir jalan. “Kalau sudah mendekati kurban, baru kelihatan, kalau sejauh ini belum nampak,” tutur dia.