Disdikpora Sesalkan Guru Pengganti TK Pertiwi

Masa anak-anak itu merupakan masa keemasan yang harus mendapatkan pengawalan pembelajaran yang baik. Kalau yang mengajar bukan dari tenaga pengajar yang profesional itu sama saja dengan membohongi masyarakat dan berbahaya.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sri Suranto dalam mensikapi permasalahan TK Pertiwi Suruh Kalang Jaten saat ditemui  di akhir upacara pembukaan TMMD ke – 87, Lapangan Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (10/10).
Menurutnya, dengan pemecatan dan pengunduran kedua guru TK Pertiwi II Suruh Kalang Jaten tersebut, dijelaskan Suranto seharusnya pihak Ketua Yayasan harus menunjuk  guru pengganti yang profesional bukannya dari ibu-ibu PKK yang hanya asal mengajar. “Kalau hanya asal, itu berbahaya kalau salah mengajar bagaimana nanti, mereka itu aset bangsa,” kata dia.
Usai mendapat instruksi dari Bupati Karanganyar Rina Iriani, sambung dia, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar berjanji segera mengusut tuntas permasalahan yang terjadi di TK Pertiwi II Suruh kalang Jaten tersebut secepatnya.
Sejauh ini, Suranto mempunyai anggapan seharusnya dalam memberhentikan seorang pengajar kudu mempunyai mekanisme yang jelas sebagai patokan seberapa fatal kesalahannya, “seperti orang bekerja pasti akan diberikan surat peringatan dahulu sebelum diberhentikan, tidak boleh semena-mena,”.
“Semoga saja ini dapat dijadikan sebagai pelajaran berharaga dan tidak terulang di kemudian hari lagi, tetapi hakprerogatif tetap di tangan Ketua Yayasan,” jelas Suranto.
Menyinggung nasib Ibu Guru Darwanti, Pihak Disdikpora nantinya akan mengupayakan untuk ditempatkan di tempat lain agar terus dapat mengajar, apalagi dijelaskan dia tenaga pendidik di Karangayar juga terbilang masih minim.
“Nanti akan kita koordinasikan ke PGRI, sekolah mana yang masih memerlukan pendidik,