Antisipasi Radikalisme, Tempat Ingekos Didata

Guna mencegah aksi radikalisme seperti Bom Bunuh Diri Kepunton pekan kemarin, Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta Pejabat setempat, Kepala Desa, maupun RT dan RW di seluruh Karanganyar untuk mendata rumah penduduk, terutama rumah indekos, atau rumah yang dinilai tak umum.

Menurutnya pendataan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencurigai kawasan indekos, melainkan hanya sebagai antisipasi merebaknya aksi radikalisme yang kemungkinan bisa juga terjadi di mana saja, “Ini sebagai langkah persuasif mencegah timbulnya radikalisme,” kata Rina di akhir acara Sarasehan Pembinaan Penyuluh Agama non-PNS se-Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (4/10).

Rina berharap camat, kepala desa, maupun RT RW setempat semestinya mengetahui kondisi masing-masing wilayahnya termasuk warga bermukim yang bersangkutan. “Sekarang ini peta radikalisme tidak bisa dipetakan seperti ubahnya makan bubur, yakni dari pinggir, tetapi menyeluruh tengah maupun pinggir,” jelas dia.

Dalam sambutannya kepada para penyuluh agama, Rina juga meminta kepada para penyuluh agama non-PNS tersebut dalam memberikan atau menyampaikan dakwah agar tidak menjelek-jelekkan satu sama lainnya, “Kalau memberi dakwah itu yang santun dan tidak saling menjelekkan sehingga umat pun tentram,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Juhdi Amin, Selasa (4/10) mengatakan penyelenggaraan sarasehan tersebut sebagai tindak lanjut dari Workshop Pengembangan Manajemen Dakwah di Tawangmangu pekan kemarin untuk menyamakan persepsi guna mencegah aksi radikalime. “Biar semua mempunyai pandangan yang sama, yakni menolak aksi radikalisme dalam bentuk apapun,” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya menjamin Karanganyar bukan termasuk dalam kategori target aksi radikalisme, ,dan sebagai tindakan antisipasi Kementrian Agama selalu melakukan sejumlah antisipasi. “Salah satunya kegiatan pagi ini, yakni dengan mengumpulkan 350 penyuluh agama di Karanganyar untuk kemudian ditatar dan disamakan persepsinya.