75 Persen Difabel Karanganyar Menganggur

Dari sekitar 7.000-an Penyandang Cacat (difabel) di Kabupaten Karanganyar dan 5.000-an di antaranya masih menganggur dan tidak tentu nasibnya. Kebanyakan dari kaum penyandang cacat yang menganggur tersebut didominasi oleh tenaga kerja usia produktif.

Menurut Ketua DPC Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kabupaten Karanganyar, Supriyono saat ditemui  di sela-sela acara Acara Halalbihalal dan Bakti Sosial PPCI di Gedung Pertemuan Kelurahan Cangakan Karanganyar, Minggu (2/10) mengatakan bahwa besaran angka pengangguran tersebut terjadi karena masih rendahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Karangayar terhadap para penyandang cacat atau kaum difabel yang berada di Karanganyar. “Setahun kita hanya diberi sekitar Rp 1, 5 juta oleh Kesbanglinmas Karanganyar untuk semua kegiatan selama setahun berlangsung,” kata dia.

Bahkan sering kali dana proposal yang telah kita ajukan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sebagai badan yang berkepentingan mengurusi kaum difabel hanya dijanjikan tetapi setelah disetujui dana itu tidak pernah turun. Minimnya perhatian Pemkab tersebut yang akhirnya memicu tingginya angka pengangguran kaum difabel. Ditambahkan Supriyono yakni, saat ini banyak penyandang cacat di Karanganyar belum mendapatkan pelayanan rehabilitasi, pendidikan dan keterampilan yang memadai. Karena itu, dia berharap agar Pemkab Karanganyar dapat menaikkan anggaran APBD 2012 untuk penyandang cacat dengan anggaran dari Rp 500.000 per orang menjadi Rp 1 juta, “Dengan adanya dana tersebut dapat menjadikan modal untuk berusaha sehingga tidak bergantung dari orang lain,” ujar dia lagi.

Peta terbanyak penyandang cacat saat terletak di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Jatipuro, Jatiyoso dan Jumantono. Namun kendati masih mengalami keterbatasan dana, pendampingan kepada para penyandang cacat yang dilakukan oleh DPC PPCI sejauh ini masih tetap berjalan.