Pasokan Semen di Karanganyar Sudah Stabil

Setelah sempat mengalami kekosongan bahan bangunan semen selama lebih kurang satu minggu, saat ini pasokan semen untuk wilayah Karanganyar sudah berangsur stabil. Meski demikian, harga per saknya masih di atas harga normal yakni Rp 50.000.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Sundoro mengakui adanya kekosongan semen. Tetapi, Sundoro menampik jika kekosongan semen di Karanganyar disebut kelangkaan. “Setelah muncul isu kelangkaan semen, kami terjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan, dan itu bukan kelangkaan melainkan hanya kurangnya pasokan semen untuk wilayah Karanganyar,” papar Sundoro, Sabtu (17/9).

Kondisi ini disebabkan, karena sejak H-4 Lebaran, truk-truk yang biasa mengangkut semen sudah dilarang beroperasi. Sehingga terjadi kekosongan pasokan semen selama satu minggu. Akibatnya, harga semen sempat mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 60.000 per sak. Padahal harga normal hanya Rp 42.000 sampai 45.000 per sak, tergantung jumlah pembelian.

Semen yang mengalami kekosongan yakni merek Gresik, sementara lainnya seperti Tiga Roda, dan Holcim masih mencukupi. Sundoro menguraikan untuk setiap harinya pasokan semen ke wilayah Surakarta mencapai 24.000 ton. Meliputi semen Holcim sebanyak 1.000 ton per hari. “Sementara Tiga Roda berkisar antara 7.000 ton hingga 9.000 ton perhari, dan untuk semen Gresik hanya 5000 ton perhari,” tambah Kepala Disperindagkop dan UMKM saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. Tetapi, Sundoro tidak dapat memastikan berapa banyak pasokan semen untuk wilayah Karanganyar setiap harinya. Meski saat ini kebutuhan semen untuk wilayah Karanganyar sudah dapat teratasi, tetapi harga rata-rata semen masih di atas harga normal yakni Rp 50.000 per saknya. “Tetapi dalam waktu dekat harga akan normal kembali, yakni Rp 42.000 hingga Rp 45.000 setiap saknya.