Seusai Lebaran, harga bahan pokok turun

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Karanganyar berangsur-angsur turun pascalebaran. Harga tersebut kembali normal.Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Matesih, Paryati, 45, mengatakan harga turun sejak tiga hari pascalebaran. Telur, sebut dia, sebelum Lebaran Rp 15.000 per kilogram, kini Rp 14.000. Minyak goreng per botol yang Rp 12.000, sekarang Rp 11.500. “Harga gula masih stabil Rp 9.500 per kilogram,” ungkap Paryati.

Selama musim Lebaran, imbuhnya, hampir semua bahan pokok laku. Ia menaikkan harga sebelum Lebaran karena penyetor juga menaikkan harga. Pedagang lain, katanya, juga melakukan hal sama.

Sementara itu, pedagang beras, Cipto Wiyono, 73, mengaku tidak menaikkan maupun menurunkan harga beras. Pasalnya, Lebaran atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh terhadap penjualan beras. Menurutnya, yang mempengaruhi harga beras bukan permintaan dari pembeli, justru serangan wereng yang membuat petani gagal panen.

“Karena gagal panen, akhirnya beras jadi langka dan harganya naik. Terutama beras yang berkualitas super,” ujar Cipto saat ditemui Espos di kios berasnya di Pasar Matesih, Rabu (7/9).Cipto hanya menjual beras dengan kualitas super sebab harganya stabil sejak dua bulan lalu. Ia menjual beras super jenis IR64 Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan kualitas di bawahnya lagi, harganya hanya selisih Rp 500.

Harga daging ayam juga turun setelah Idul Fitri. Salah satu pedagang daging di Pasar Gondangrejo, Yani, 33, mengatakan harga daging baru turun H+7 Lebaran. Saat Lebaran, harga daging ayam Rp 25.000 per kilogram, kini Rp 24.000. Penurunan harga itu, imbuh Yani, dibarengi dengan turunnya permintaan daging. Selama Lebaran, ia menjual lebih dari 30 kilogram daging. Usai Lebaran, penjualan kembali seperti sedia kala, sekitar 20 kilogram.