Puluhan Siswa SDN 1 Koripan Terjangkit Cacar Air

Sebanyak 41 siswa SDN 1 Koripan, Matesih terjangkit cacar air. Untuk mengantisipasi penularan terhadap siswa lainnya, siswa yang terjangkit cacar air dipulangkan untuk beristirahat dan juga sebagai penyembuhan.
Para siswa yang terjangkit cacar air ini menurut Kepala SD Negeri 1 Koripan Sugiarto merata di setiap kelas. Mulai dari kelas I hingga kelas VI. “Setiap kelas pasti ada siswa yang terjangkit cacar air,” papar Sugiarto saat ditemui  di ruang kerjanya, Selasa (6/9).
Siswa yang terkena cacar air antara lain, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II sebanyak tiga siswa, kelas III sebanyak tujuh siswa, kelas IV sebanyak 11 siswa kelas V sebanyak 15 siswa kelas VI sebanyak tiga siswa. Menurut Sugiarto, penyakit cacar ini sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Bahkan penyakit yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster (vzv) sempat menyerang 23 dari 43 siswa kelas dua.
“Saat puasa dulu, ada 23 siswa kelas II yang menderita cacar, dan sekarang jumlahnya semakin banyak,” papar Sugiarto. Diduga berkembangnya virus ini terjadi saat Lebaran kemarin. Pasalnya, virus ini diketahui sangat mudah menular melalui media air. Banyaknya siswa yang menderita cacar air, Sugiarto pun melaporkan kejadian ini kepada pihak Puskesmas setempat.
Selanjutnya pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah siswa yang menderita cacar air. Mengetahui kejadian ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) langsung terjun ke lapangan guna memastikannya. Dari hasil investigasi sementara, DKK memastikan para siswa tersebut positif terjangkit cacar air.
“Untuk pencegahannya, yakni dengan melakukan isolasi terhadap siswa yang menderita, selain itu juga diberikan obat untuk Virus Vericella dan juga obat penguat ketahanan tubuh,” terang Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo kemarin. Dari hasil pendataan, para siswa yang terjangkit cacar air terbagi di lima Dusun di dua Desa. Antara lain Dusun Kayu Lemah dan Gunung Wijil (Desa Karangbangung) dan Dusun Banjarsari, Krajan, dan Koripan terletak di Desa Koripan. Meski korban sudah mencapai 40 orang lebih, tetapi DKK belum dapat memasukkan kondisi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).