Ayam Berkadar Air Tinggi Masih Marak

Praktik perendaman daging ayam masih marak dilakukan oleh pedagang daging di pasar. Kondisi ini diketahui, setelah tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Tuban, Gondangrejo, Rabu (24/8) pagi.
“Dari pemeriksaan diketahui kadar air yang terdapat dalam daging di atas rata-rata yakni berkisar mulai 6,7 hingga 6,8 dari nilai standarnya lima sampai enam. Kondisi ini diduga karena sebelum dijual,” pedagang merendamnya terlebih dahulu,” terang Kepala Disnakkan Karanganyar Muhammad Hatta di sela-sela Sidak kemarin.
Meski demikian, Hatta memastikan jika daging tersebut masih layak untuk dikonsumsi. Selain menemukan daging berkadar air tinggi, dalam Sidak kemarin, petugas juga menemukan adanya daging ayam yang lebam-lebam (darah tidak lancar). Tetapi setelah ditanyakan kepada penjual daging, ternyata penyebabnya adalah penyembelihan ayam yang tidak sesuai, sehingga berakibat aliran darah tidak lancar. “Ini ada indikasi jika cara penyembelihannya tidak benar, yakni dengan menginjak kedua sayapnya akibatnya aliran darah menjadi tidak lancar dan terlihat seperti ayam mati kemarin (Tiren),” tambah Hatta.
Selain daging ayam, Sidak juga menyasar daging sapi. Tidak berbeda dengan pemeriksaan pada daging ayam, saat pemeriksaan daging sapi petugas juga mendapati kandungan air yang melebih rata-rata. “Kalau ini biasanya disebabkan daging yang tidak laku dimasukkan ke dalam freezer kemudian pedagang tidak mengatur suhu freezer, akibatnya kandungan air dalam daging meningkat,” paparnya.
Adanya pemeriksaan ini, disambut positif oleh para pedagang. Pasalnya mereka menjadi yakin jika daging yang dijualnya aman untuk dikonsumsi. “Ya senang, karena ada pengecekan kesehatan daging, sehingga kami menjadi semakin yakin kalau daging ini adalah daging sehat,” tandas Wiwin (35) salah seorang pedagang daging ayam di pasar Tuban, Gondangrejo.
Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan kepada para pedagang nakal, Hatta berjanji akan memberikan sanksi tegas. Tetapi sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu akan memberikan pembinaan dan pendekatan kepada para pedagang. “Nanti kami lakukan pembinaan kepada para pedagang,” tutupnya.