Para pejabat pun mendadak jadi penceramah

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, kehilangan kata-kata saat memberikan ceramah agama dalam lomba ceramah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (19/8/2011).

Ia berhenti sejenak beberapa detik. Matanya lirak-lirik sembari mencari kata yang tepat untuk diucapkan. Dalam kebingungan, beberapa kepala SKPD menertawai kegugupan Siti. Di mimbar lomba, Siti antara lain menyampaikan ceramah tentang ciri-ciri orang yang beriman.

Penampilan Siti beda jauh dengan Asisten II Setda Karanganyar, Achmad Sapari. Sambil mengenakan peci dan surban di leher, ia dengan percaya diri turun dari mimbar dan menyampaikan ceramah dengan jenaka. Sapari juga tak canggung menirukan gaya khas Ustad M Nur Maulana, sambil berkata “jamaaaah”, di depan mimbar.

Siang itu, Sapari antara lain menyampaikan tentang segala kebaikan yang harus diterima oleh pancaindera manusia. “Mata digunakan untuk melihat yang baik-baik. Telinga digunakan untuk mendengarkan hal yang baik juga. Begitu pula dengan indera yang lain, harus digunakan untuk melakukan hal yang baik,” ujarnya di depan hadirin peserta lomba dan dewan juri, sambil membawa secarik kertas contekan materi ceramah. Tak ayal, saking lucunya, para hadirin pun dibuat tertawa.

Berbagai tema disajikan oleh masing-masing peserta. Sekretaris DPRD Karanganyar, Samsi, misalnya, mengambil tema tentang kepemimpinan sebagiamana yang dicontohkan sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khatab.

Dewan juri dalam lomba tersebut antara lain Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR; Kepala Kementerian Agama, Juhdi Amin dan Kepala Pengadilan Agama, Ahmad Akhsin. Tujuan digelarnya lomba itu, kata Rina, adalah agar para pejabat komitmen dengan apa yang diucapkan dalam ceramah.

“Kalau sudah ceramah dan memberikan pengertian kepada orng lain, tentunya dia harus interospeksi diri dan bisa memperbaiki dirinya sendiri,” kata Rina.