Mudik, pejabat Pemkab Karanganyar boleh gunakan Mobdin

Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) diperbolehkan menggunakan mobil dinas (Mobdin) untuk mudik Lebaran.

Dengan catatan, mereka dilarang mengganti plat nomor merah dengan hitam. Demikian disampaikan Bupati Karanganyar Rina Iriani kepada Espos di Jaten belum lama ini. “Kalau tidak mau ditarik ya jangan ganti plat nomornya. Kalau saya tahu plat nomor diganti warna hitam hati-hati saja,” ancam Bupati.

Menurut Bupati, penggunaan mobil dinas diperbolehkan untuk acara mudik Lebaran asalkan digunakan sebagaimana mestinya. Kendaraan digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan malah disewakan. Apalagi saat Lebaran biasanya pejabat membutuhkan kendaraan tersebut. “Kan sekalian tho sebagai bentuk pemeliharaan pejabat terhadap kendaraan dinas. Daripada tidak dipakai dan malah rusak,” tuturnya.

Rina meminta para pejabat untuk merawat kendaraan dinas tersebut seperti milik mereka. “Tapi duit bensin bukan dari pemerintah lho. Duit bensinya ya dari kantong pribadi pejabatnya,” tegas Rina.

Rina juga kembali mengingatkan kepada para pejabat Karanganyar untuk tidak mengganti plat merah dengan hitam. Apalagi menutup plat merah dengan kaca mika berwarna gelap sehingga terlihat bukan plat merah. Pihaknya sudah berulang kali mewanti-wanti kepada para pejabat untuk mematuhinya. Kalaupun terbukti ada pejabat yang mengganti plat kendaraan palsu dengan warga hitam akan meminta aparat penegak hukum untuk memrosesnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Nunung Susanto yang mendampingi Bupati Rina saat itu menyambut baik langkah bupati tidak melarang pejabat menggunakan mobil dinas untuk acara libur Lebaran. Apalagi para pejabat meski libur namun statusnya tetap bekerja. “Sewaktu-waktu ada panggilan kami langsung datang. Jadi meski statusnya libur, tapi namanya pejabat yo tidak pernah libur. Namun tetap bekerja,” ujarnya.