Lahan tebu di Colomadu terbakar, pemadam kebakaran dikerahkan jinakkan api

Kebakaran melanda sebidang ladang tebu yang terletak di Dusun Paulan, Paulan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/8/2011) malam. Kebakaran yang bersumber di tiga titik tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan seusai panen tebu.


Menurut penuturan beberapa saksi mata di sekitar tempat kejadian, api mulai membesar sejak pukul 17.30 WIB. Saat itu api baru terlihat satu titik di sebelah selatan ladang tebu yang sudah kering. Semula warga sekitar tak memperhatikan asal mula api itu. Bukannya segera padam, api justru makin membesar saat hari semakin gelap. Kebakaran yang semula hanya satu titik malah membesar menjadi tiga titik dan mendekati hamparan ladang singkong yang berada persis di bagian utaranya. Selain itu api juga mendekati belakang kompleks Gedung PPRBM Prof Dr Soeharso yang letaknya di sebelah timur pusat kebakaran.

“Tadi apinya berasal dari selatan saat masih sore. Sekarang malah jadi tiga titik,” kata Cak Rizal, saksi mata yang juga pedagang bakmi di dekat lokasi kejadian, Rabu malam. “Saya sampai waswas kalau apinya sampai di warung saya.”
Rizal menduga lahan tebu tersebut memang sengaja dibakar oleh penggarapnya. Pembakaran lahan tebu memang biasa dilakukan sebagai persiapan musim tanam selanjutnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hanung, warga Paulan yang ikut memperhatikan perkembangan api sejak sore.”Itu sudah biasa. Tahun lalu juga dibakar saat mau tanam lagi, tapi apinya tidak seperti ini,” katanya.

Tak ada upaya warga setempat untuk memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Mobil dari Kantor Pemadam Kebakaran Solo baru sampai di lokasi kejadian pada pukul 18.30 WIB. Baru kemudian disusul truk pemadam kebakaran dari Bakorwil Jateng dan Pemadam Kebakaran Karanganyar.

Beruntung api cepat dipadamkan oleh petugas sehingga tak sampai menimbulkan kerugian materi apapun. Selain cukup jauh dari permukiman warga, api tak terlalu sulit dikendalikan karena hembusan angin tak terlalu kencang.”Tapi ini bisa sulit dipadamkan kalau cuma satu mobil saja, apalagi ada tiga titik,” kata petugas dari Pemadam Kebakaran Solo, Ari Darexman. Meski tak menimbulkan korban dan kerugian materi, kebakaran ini menyedot perhatian masyarakat yang melintas di Jl Adisucipto. Belasan warga sekitar juga mengawasi kebakaran untuk memastikan api tak sampai ke permukiman warga.