Gogon berbagi lawak & ilmu bahaya Narkoba

Ratusan siswa SDN 1 Dagen, Kecamatan Jaten, Kamis (4/8./2011), mendapatkan suguhan istimewa, pertunjukan sulap. Mendengar kata sulap, anak-anak pun senang. Ada yang bertepuk tangan, ada juga yang berteriak-teriak. Tak lama kemudian, si pesulap pun memainkan berbagai atraksi yang membuat anak-anak takjub dan terbengong. Tepuk tangan dan teriakan anak-anak pun semakin kencang dan ramai.

Bukan hanya anak-anak yang terhipnotis oleh penampilan atraksi sulap yang berlangsung di halaman sekolah itu. Beberapa guru dan orangtua murid juga menikmati pertunjukan. Tak puas hanya dengan satu atraksi, anak-anak berteriak meminta atraksi lagi.

Suasana di SDN 1 Dagen makin ramai dengan kehadiran pelawak terkenal, Gogon. Di hadapan anak-anak, pelawak Srimulat dengan tampilan jambulnya itu tampil mengocok perut siswa, orangtua maupun guru yang ada di sana. “Jambule kaya pithik (jambulnya seperti ayam-red),” kata salah satu siswa dibarengi gelak tawa teman-temannya.

Pelawak yang memiliki nama asli Margono itu ke sana bukan hanya untuk melawak. Bersama dengan tim Badan Narkotika Nasional (BNN), ia menyosialisasikan tentang bahaya Narkoba. Anak-anak tidak merasa bosan dengan penyuluhan yang digelar secara terbuka itu. Mereka justru tertawa menyaksikan tingkah laku pelawak berkumis separo itu.

Apalagi saat Gogon yang mengenakan jaket hitam, memperagakan gaya khasnya, menelungkupkan kedua tangannya sambil membungkuk disertai gelengan kepala.
Di halaman sekolah, ia antara lain menerangkan berbagai bahaya Narkoba, disertai dengan gerakan-gerakan khasnya.

“Agar anak-anak tidak terjerumus pada Narkoba, anak-anak juga harus taat pada perintah orangtua. Begitu pula orangtua, juga harus tetap mengawasi anak-anaknya agar tidak mendekati Narkoba dan jangan sampai menjadi pengguna,” kata Gogon yang pernah tersandung kasus Narkoba itu.

Sumber : http://www.solopos.com/2011/karanganyar