Terbengkelai, Cumleng akan diperbaiki

Lokasi wisata pemandian air panas Cumleng di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, akan diaktifkan lagi. Pasalnya, selama ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terbengkelai. Selain Cumleng, Pemkab Karanganyar, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) juga tengah mengajukan dana perbaikan jalan menuju Candi Ceto, Jenawi, serta pengembangan wisata Saptatirta Pablengan, Matesih. Kepala Disparbud Karanganyar, Sugiyarto, mengatakan, ketiga tujuan wisata itu telah diajukan ke pusat untuk dimintakan dana. Sebab bila hanya mengandalkan APBD Karanganyar, maka tidak akan mencukupi.

Ia menambahkan kondisi wisata pemandian air panas Cumleng di Desa Plumbon, Tawangmangu, terbengkelai. Padahal beberapa tahun yang lalu, pemandian air panas tersebut pernah berjaya.  Pihak Disparbud sudah mengecek ke lokasi dan debit air panas di sana sangat besar. Karena aliran airnya ditutup, maka alirannya pecah dan melebar kemana-mana. “Kami sudah membuat desainnya dah sudah diajukan ke pusat dan sekarang tinggal menunggu,” ungkapnya.

Sebetulnya jika benar-benar diberdayakan, imbuhnya, lokasi wisata itu bisa menjadi tujuan wisata alternatif di Karanganyar, selain yang sudah ada. Apalagi, pihak Disparbud ke depan akan merencanakan wisata yang integratif dengan lokasi wisata lainnya, yakni dari Pablengan, Cumleng, Astana Giribangun, Tawangmangu, dan terakhir ke Candi Ceto dan Sukuh.

Setali tiga uang, jalan menuju Candi Ceto juga memprihatinkan. Di jalur itu, jalannya sempit dan berlubang. Karena itu, jalur ke Candi Ceto harus mendapatkan perbaikan inftastruktur jalan karena selain banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara, situs tersebut juga sering digunakan sebagai penelitian oleh sejumlah ilmuwan. “Terlebih lagi candi itu adalah warisan cagar budaya nenek moyang,” ujarnya.

Jika jalan di sana tidak diperbaiki, ujar dia, maka akan membahayakan perjalanan orang yang akan berkunjung ke sana. Sementara untuk pengembangan wisata Pablengan, tengah disiapkan dana senilai Rp 6,8 miliar dari pemerintah pusat.

Sumber : http://www.solopos.com/2011/karanganyar