Stok masih minim, harga daging di Karanganyar merambat naik

Harga daging sapi di Karanganyar naik hingga Rp 5.000/kg dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan dipicu lantaran minimnya stok daging sementara permintaan meningkat. Harga daging ayam juga terus bergerak naik. Berdasarkan pantauan Espos di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar, Selasa (2/8/2011), kenaikan harga daging itu melengkapi kenaikan harga bahan pokok seperti beras, telur dan gula pasir.

Pedagang daging sapi di Pasar Palur, Endang, 51, kepada wartawan mengatakan, harga daging sapi naik dari semula Rp 55.000 menjadi Rp 60.000/kg. Menurutnya, kenaikan terjadi sejak dua hari lalu karena stok menipis. Sementara, daya beli masyarakat mengalami kenaikan selama Ramadan. “Sudah mulai naik sejak dua hari lalu. Ya karena dagingnya tidak ada,” tuturnya.

Pedagang daging lainnya, Sarmini, 48, mengatakan kenaikan harga daging sapi biasa akan terus mengalami kenaikan sampai Lebaran mendatang. Menurutnya, konsumsi daging meningkat akhir-akhir ini.

Sementara, pedagang daging ayam di Ngringo, Temu, 50, mengatakan harga daging ayam rata-rata naik Rp 200/hari. Kini, harga daging ayam menjadi Rp 25.000 dari semula Rp 20.000/kg. “Ya sudah mulai dua pekan terakhirlah harganya naik terus. Hampir tiap hari naik,” tuturnya. Dia mengatakan kenaikan harga diduga karena minimnya pasokan dari peternak dan permintaan meningkat. Biasanya, dia menjual 50 ekor/ hari. Kini, dia hanya menjual 30 ekor.

Hal senada disampaikan pedagang daging ayam lain, Yani, 45. Menurutnya, kenaikan harga biasa terjadi saat mendekati Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Dia juga mengatakan para pemasok daging ayam akhir-akhir ini mengeluhkan kenaikan harga pakan ayam sehingga para peternak menaikkan harga ayam agar tidak rugi. “Selain itu, menjelang puasa, harga memang cenderung mengalami kenaikan. Biasanya harga dan permintaan akan terus naik hingga menjelang Lebaran,” katanya.