PEMERINTAH KABUPATEN
KARANGANYAR

Aneka produk pertanian Karanganyar dipamerkan

Sebanyak 16 produk yang dihasilkan oleh petani di berbagai daerah di Karanganyar, dipamerkan dalam pameran pertanian di aula Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) depan Polres Karanganyar. Selain produk bukan olahan yang masih segar seperti buah-buahan dan padi organik, barang yang dipamerkan oleh para petani di Bumi Intanpari ada juga yang berupa produk olahan seperti jahe, ketela, dan sebagainya.

Sejumlah pengunjung melihat-lihat sejumlah produk pertanian dari Karanganyar di Aula Distanbunhut Karanganyar, Kamis (21/7/2011) siang.

Kepala UPT Balai Pengembangan Hortikultura Karanganyar, Margono, mengatakan, pameran bertema Karanganyar buy farmer’s product itu untuk memperkenalkan berbagai produk yang dihasilkan oleh petani asli Karanganyar. “Saat ini banyak pengusaha kecil maupun besar yang menghasilkan produk pertanian. Tapi apa gunanya bila mutu yang baik tidak diketahui orang banyak?” ungkap Margono, Kamis (21/7/2011) siang. Kegiatan itu akan digelar hingga Senin (25/7/2011).

Beberapa barang yang pamerkan antara lain beras organik, aneka keripik, ketela ungu yang dibuat eskrim, sirup, biofarmaka dan sebagainya. Diharapkan dari pameran ini, ada peningkatan pembelian masyarakat terhadap poduk pertanian Karanganyar. Pameran itu, imbuh Margono, juga sebagai evaluasi bagi para pengusaha produk pertanian agar memperbaiki kemasan barang yang akan mereka jual. “Harus ada inovasinya kalau mau dijual.

Saat ini, katanya, pola konsumsi masyarakat banyak yang kembali ke alam. Agar dapat memenuhi banyaknya permintaan masyarakat, maka Distanbunhut mengembangkan sejumlah daerah untuk dijadikan lahan produksi beras organik, seperti Desa Ngadiluwih, Matesih dan beberapa desa di Karangpandan.

Beberapa produk hortikultura seperti buah melon juga menjadi andalan produk Karanganyar. Apalagi, buah tersebut telah berhasil diekspor hingga ke Singapura. “Nanti malam kami mengirimkan melon sebanyak 10 ton menggunakan kontainer, ke Singapura. Beberapa hari ke depan juga akan mengekspor melon lagi ke sana,” ujarnya. Karanganyar dalam 10 tahun terakhir memang mengekspor melon ke negeri jiran itu. Menurut Margono, penanaman melon cenderung mudah bila dibandingkan tanaman lainnya. Sebab bisa diketahui kapan waktunya panen, sehingga bisa diketahui kapan waktunya akan diekspor.

Produk unggulan lainnya yakni ketela ungu yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Matesih, Tawangmangu dan Ngargoyoso. Selain dibuat kripik, ketela tersebut juga bisa dijadikan sebagai bahan baku eskrim tanpa campuran bahan kimia. Pasalnya, eskrim ini nanti akan dibranding dengan nama es krim Tengu, akronim dari ketela ungu.

Bagi & Ikuti

Meta

Ditulis pada oleh Dodik dalam kategori Pertanian dan tag , , , , . Klik untuk Bookmark.

Terkait

%d bloggers like this: