Kembangkan objek wisata Pablengan, Pemkab Karanganyar ajukan dana Rp 6,8 miliar ke Kemenbudpar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengajukan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar ke Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) untuk pengembangan objek wisata Pablengan, Matesih. TAK TERAWAT — Petugas menunjukkan salah satu bagian pemandian Pablengan, Matesih. Tempat wisata mata air ini dalam kondisi memrihatinkan karena tak terawat.

Kasubag Perencanaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sukarno kepada wartawan, Kamis (14/7/2011), mengatakan telah mengajukan proposal bantuan untuk pengembangan kawasan objek wisata Sapta Tirta Pablengan. Setidaknya, sesuai detail engineering design (DED) pengembangan kawasan wisata Pablengan, dibutuhkan dana Rp 6,8 miliar. Di tempat itu, terdapat tujuh mata air untuk permandian. “Kami sudah mengirimkan proposal bantuan pengembangan Pablengan. Dan sudah ada respons positif.

Pemkab hanya bisa mengandalkan bantuan pemerintah pusat maupun menggandeng pihak ketiga untuk pengembangan Pablengan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran dalam APBD Karanganyar. “Tapi berapa nilai bantuannya, belum tahu. Tunggu saja tahun depan.

Dia menerangkan kawasan objek wisata Pablengan akan digarap dengan pembangunan waterboom, kawasan panti pijat dan museum raksasa. Pengembangan ini diharapkan mampu menarik wisatawan baik mancanegara maupun lokal untuk datang. Selama ini, objek wisata Sapta Tirta Pablengan hanya digunakan untuk wisata religi. “Nanti yang datang bukan hanya ingin wisata religi tapi ada tempat hiburan atau permainannya. Seperti waterboom maupun museum raksasa.

Dia menambahkan bantuan dari pemerintah pusat akan dikucurkan melalui Provinsi Jateng. Sementara Pemkab Karanganyar hanya menerima bantuan dalam bentuk barang. Dalam waktu dekat, pihaknya mengundang pihak terkait seperti Perhutani yang memiliki tanah di timur Pablengan untuk membahas mengenai pengembangan kawasan itu. “Tahun ini kami juga melakukan pembenahan di sana seperti membangun saluran drainase. Kami anggarkan Rp 95 juta.

Kondisi objek wisata sejarah Sapta Tirta Pablengan di Matesih yang merupakan peninggalan Kadipaten Mangkunegaran sangat memrihatinkan. Beberapa bangunan terkesan kurang terawat dan kotor.

Objek wisata yang awalnya tempat permandian raja-raja atau kerabat Pura Mangkunegaran itu terkesan tak ditangani optimal. Dinding permandian Kaputren tempat putri keraton membersihkan diri sebelum berziarah Astana Mangadeg kumuh dan berlumut hingga terkesan kotor. Kondisi tak jauh beda pun ditemukan di bangunan lainnya. Di tempat tujuh mata sumber air seperti jarang dirawat atau dibersihkan hingga berlumut.