Pemkab Karanganyar kebut pengembangan Kampung Purba

Proyek pengembangan kawasan Kampung Purba di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar terus dikebut. Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Budaya siap menggelontorkan dana senilai Rp 12,5 miliar untuk pengembangan Kampung Purba tahun 2012 mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wiji Sunarto didampingi Kabid Perencanaan Program Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenbud) Karanganyar Ir Sukarno ketika dijumpai di sela-sela peninjauan Kampung Purba Dayu, akhir pekan kemarin mengatakan tahun anggaran 2011 ini, Pemkab merampungkan proyek pembangunan talud sepanjang 60 meter di sungai sekitar kampung Dayu.

Pembangunan talud tersebut merupakan salah satu pengembangan kawasan Kampung Purba Dayu. Setelah sebelumnya, dia mengatakan pembebasan tanah seluas hampir 12.000 meter persegi rampung akhir tahun 2010 lalu. Dengan rincian tanah seluas 10.500 meter persegi di sisi utara dan 1.500 meter di sebelah timur. “Kini tinggal menunggu proses penyelesaian sertifikat saja,” ujarnya.

Sementara sesuai dengan perencanaan, Sukarno menjelaskan pengembangan kawasan Kampung Purba Dayu akan terinegrasi dengan Museum Sangiran, Sragen. Setidaknya Pemerintah Pusat siap menggelontorkan dana hingga Rp 12,5 miliar untuk pengembangan kampung purba Dayu tahun 2012 nanti. “Karena Pemerintah Pusat sudah siap, kami dari daerah yang menyiapkan sarana prasarana. Seperti pembangunan talud, jembatan dan jalan,” jelasnya.

Dia menuturkan nantinya kawasan kampung purba Dayu akan dijadikan sebagai tempat penelitian serta museum lapangan. Hal ini mengingat kawasan kampung purba Dayu masuk salah satu tempat peninggalan bersejarah. Peninggalan zaman purba dulu banyak ditemukan di kampung Dayu tersebut. “Jadi konsepnya nanti di sini (Kampung Dayu-red) akan dijadikan museum lapangan dan penelitian. Hasilnya kemudian ditempatkan di Museum Sangiran,” imbuhnya.