Pemkab Kencangkan Ikat Pinggang

Menanggapi adanya prediksi kebangkrutan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Bupati Rina Iriani mengaku akan semakin mengencangkan ikat pinggang. Ancaman kebangkrutan terlihat dari hasil perhitungan sisa lebih anggaran yang hanya menyisakan dana Rp 13,5 miliar.

“Kita akan mengantisipasi kondisi itu dan harus semakin mengencangkan ikat pinggang,” tandas Rina kepada wartawan, kemarin. Pihaknya juga berharap agar pemerintah pusat lebih jelas dalam membuat mapping terhadap seluruh wilayah Indonesia. Sehingga anggaran dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh daerah tersebut.

“Pemerintah harus melakukan Mapping yang jelas terhadap seluruh wilayah, sehingga tidak mengorot-orot anggaran,” tambahnya. Dengan mapping yang jelas nantinya pemerintah dapat mengetahui daerah mana saja yang membutuhkan dana. “Jangan yang diberi, kemudian diberi terus dan yang tidak diberi, tidak diberi,” tambahnya. Rina mengatakan ancaman kebangkrutan ini dikarenakan anggaran Pemkab habis tersedot untuk belanja pegawai.

Tetapi pihaknya berusaha, agar prediksi terkait kebangkrutan itu tidak akan terjadi. Menurutnya salah satu upaya untuk menghindari kebangkrutan tersebut adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang ada.

Sementara itu, dari Silpa APBD 2011 kemarin, Pemkab hanya memiliki sisa anggaran sebesar Rp 64,3 miliar. Tetapi dana tersebut sebagian sudah digunakan dalam penetapan APBD 2011 sebesar Rp 36 miliar. Dengan perhitungan tersebut Silpa Riilnya hanya sebesar Rp 13,5 miliar. “Dengan sisa dana tersebut hanya cukup untuk pembiayaan kegiatan wajib seperti untuk prajabatan para CPNS,” tutur wakil DPRD Karanganyar Juliyatmono.