Volume air Waduk Lalung menurun, petani harus tanam palawija

Volume air di Waduk Lalung, Desa Lalung, Karanganyar, menurun. Penurunan volume air yang mengalir ke waduk itu antara lain dipengaruhi oleh musim kemarau. Akibatnya, setelah masa tanam (MT) kedua pertanian, mengharuskan petani untuk menanam palawija.

Menurut salah satu petugas jaga Waduk Lalung, Rukimin, saat ini air di waduk tersebut memang sengaja dihabiskan, sebab pintu air di waduk itu akan diperbaiki. Jika tidak dihabiskan, maka bisa mengganggu perbaikan pintu air. Pasalnya, pintu air di sana sudah lama rusak. “As pintu airnya bengkok. Kalau pintu airnya sudah diturunkan, tidak bisa lagi dinaikkan. Saat ini air yang bisa ditampung tidak lebih dari satu juta meter kubik air. Air segitu sudah cukup untuk membantu pada MT III. Sebelum masuk kemarau, waduk bisa menampung empat juta meter kubik air,” jelas Rukimin, Jumat (1/7/2011) siang. Apalagi, katanya, pada MT III petani dianjurkan untuk tidak menanam padi.

Setelah diperbaiki total, maka akan dimaksimalkan pemanfaatannya. Untuk sementara saluran air yang masuk ke Waduk Lalung ditutup. Hanya saluran air dari Bendungan Trani yang dibuka. “Cukup atau tidak, itu sudah menjadi risiko petani saat MT III. Kemarin ada hujan juga sudah cukup membantu sedikit bagi petani,” ujarnya. Apalagi selama ini, ungkapnya, petani juga direpotkan oleh serangan hama wereng. Mau tidak mau petani harus tanam palawija untuk mengurangi hama wereng. Petani yang sudah biasa menanam padi juga ketar-ketir karena warengnya masih saja muncul.

Bahkan kabar yang beredar, sejumlah petani di Tasikmadu maupun Jaten akan beralih menanam tebu. “Jika masih ada wereng, petani banyak yang masih merasa takut untuk menanam padi. Dengan menyusutnya air dari waduk, diharapkan bisa mengurangi populasi wereng dan untuk sementara petani bisa menanam tanaman jenis palawija,” katanya. Air dari Waduk Lalung antara lain mengalir ke sejumlah lahan sawah di Kecamatan Tasikmadu dan Jaten. Ada juga sebagian yang mengalir ke Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.