SOTK Karanganyar masih terlalu gemuk

Susunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dinilai masih gemuk. Akibatnya beban anggaran yang harus ditanggung APBD Kabupaten Karanganyar terlalu tinggi.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kastono DS, mestinya masih perlu dilakukan perampingan kembali pada SOTK yang ada. Di sisi lain Pemkab Karanganyar belum lama ini baru melakukan perombakan satu SOTK, yakni pemecahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang semula masuk dalam Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas).

“Belum ada wacana lagi untuk perombakan SOTK. Meski memang SOTK di Karanganyar masih sedikit gemuk,” tuturnya. Kastono mengatakan dengan SOTK yang masih terlalu gemuk ini secara tidak langsung berimbas pada beban operasional dan biaya tinggi. Mestinya, diperlukan perampingan kembali pada SOTK yang ada. Namun kebijakan perombakan baik perampingan maupun penggemukan SOTK ada di tangan Bupati Rina Iriani.
“Kalau menurut saya memang masih perlu perampingan agar lebih efisiensi anggaran. Tapi kebijakan tetap ada di bupati”

Sementara Wakil Ketua DPRD Juliyatmono menilai idealnya SOTK selalu dievaluasi secara rutin. Utamanya, Juliyatmono menambahkan evaluasi terhadap beban kerja masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar lebih efektif. Apakah dengan beban kerja terlalu besar dan sedikit personil atau sebaliknya beban kerja terlalu sedikit tapi jumlah personil besar.

“Kalau saya bukan memfokuskan SOTK itu terlalu gemuk atau ramping, tapi yang penting efektivitas dan langkah-langkah supaya pelayanan maksimal,” ujarnya. Dia mengatakan persolan membagi beban kerja secara merata sangatlah penting. Sehingga bukan pada pendekatan beban anggaran namun pendekatan semua fungsi diakomidasi dan harus maksimal. “Jangan sampai ada SOTK yang tidak dimaksimalkan