Karanganyar antisipasi antraks, ratusan sapi divaksinasi massal

Guna mencegah penyakit antraks yang telah menyerang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar memberikan vaksin dan vitamin ke ratusan ternak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo.

VAKSINASI — Petugas melakukan vaksinasi terhadap ternak di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Senin (20/6). Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Sragen yang mengalami sejumlah kasus antraks. Desa tersebut merupakan salah satu kawasan yang berbatasan dengan Sragen. Dikhawatirkan jika tidak divaksin, ternak di wilayah tersebut bisa tertular antraks. Menurut data dari Disnakkan Karanganyar, ada sekitar 350 sapi di desa tersebut. Sedangkan yang divaksinasi sekitar 60 persen dari populasi itu. Ada tiga pos pengumpulan ternak yang akan divaksin. “Terutama memang untuk mencegah antraks dan penyakit ternak yang dikeluhkan masyarakat,” ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan, Rusdjajanto, di pos vaksinasi ternak Dusun Suruhan, Desa Dayu.

Beberapa penyakit yang dikeluhkan masyarakat itu antara lain seperti koreng atau gudig, kekurangan nutrisi (malnutrisi), tidak nafsu makan, cacingan dan permasalahan reproduksi.
Beberapa bulan sebelumnya, sejumlah ternak di Desa Krendowahono, Wanasari, Kragan dan Tuban sudah divaksinasi. Minimal untuk vaksinasi ternak diberikan enam bulan sekali. Selain itu, lanjut Rusdjajanto, pihaknya juga menyemprot disinfektan ke sejumlah kandang hewan ternak ke sejumlah daerah tersebut.

Untuk ternak yang kurang sehat diberi vaksin. Ternak yang hamil hanya diberi vitamin dan ternak yang terkena koreng disemprot antibiotik. “Itu diperlukan agar sakitnya tidak terlalu parah dan mengusir lalat yang hinggap di luka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, dalam vaksinasi tersebut menekankan agar para peternak selektif memberikan pakan ternaknya. Biasanya, kata dia, peternak memberikan pakan jerami kepada ternak. Namun para peternak banyak yang tidak memperhatikan bahwa jerami tersebut ada yang mengandung insektisida yang diseprotkan petani saat membasmi wereng. “Sapi bisa keracunan insektisida dan bisa mati mendadak.

Salah satu peternak di Dusun Suruhan, Narto, mengaku banyak sapi yang cacingan dan korengan. Bahkan ada juga sapi salah satu warga yang mati karena sebelumnya sakit. “Kalau untuk sapi betina ada juga yang tidak bisa bunting. Padahal sudah saatnya untuk bunting