Petani Diharap Pindah ke Palawija

Guna memutus siklus wereng yang semakin mengganas pemerintah Karanganyar kembali menawarkan kepada petani agar mau menanam palawija. Pasalnya langkah ini dipandang sebagai salah satu cara untuk dapat memutus siklus wereng hingga telur-telurnya. Tetapi, petani masih membutuhkan kepastian berapa luas lahan yang akan mendapatkan bantuan bibit palawija.

“Dulu varietas padi IR 64 dianggap tahan terhadap serangan wereng, tetapi sekarang sudah tidak tahan lagi, terlebih lagi dengan cuaca yang tidak kondusif. Untuk memberantasnya perlu dilakukan perubahan pola tanam,” ungkap Kepala Badan Pelaksa Penyuluhan Pertanian perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Kamis (26/5).

Dengan perubahan pola tanam ini, menurutnya dapat memutus rantai perkembangan wereng. Untuk itu, Supramnaryo berniat menawarkan kepada petani agar mau menanam palawija sebagai jeda tanam padi. Menurutnya berdasarkan hasil percobaan yang sudah dilakukan di daerah Colomadu, penamanan palawija berhasil.

Mendengar tawaran dari Supram, Remin selaku ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jantiharjo mengaku siap. Tetapi, pihaknya juga mempertanyakan kepada pemerintah akan membantu petani berapa hektare.

Permintaan pergantian pola tanam tidak hanya diserukan oleh Supramnaryo, tetapi Kamis (26/5) pagi, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar Siti Maesyaroch juga sudah meminta agar petani mau mengganti pola tanamnya.