Wereng Terus Merajalela, 2,5 Ha Padi Dibakar

Wiryo Suparjo, pria berusia 57 hanya bisa menatap lepas lahan padinya yang dijajah oleh wereng. Ia mengaku pasrah jika memang harus gagal panen lagi tahun ini. Karena kondisi ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya gagal panen juga sering menimpanya. Jadi ia seperti sudah hafal benar garis nasibnya sebagai seorang petani.Meski merasa perih, Wiryo masih sempat melempar senyum kepada Joglosemar, yang Rabu (25/5) kemarin menemuinya di area persawahan Jantirejo, Karanganyar. Pagi itu, Wiryo bersama sejumlah rekan sesama petani berencana membakar tanaman padi yang dipastikan gagal panen. “Ya dibakar biar werengnya mati, sekalian telur-telurnya,” pasrahnya kemarin.
Langkah itu terpaksa mereka lakukan, karena selama ini meski sudah berulang kali disemprot dengan obat-obatan, tetapi hama wereng tidak juga bisa dihentikan. Hingga berapa besar kerugian yang diakibatkan oleh serangan wereng ini sudah tidak terhitung lagi. Karena, besarnya biaya operasional tidak sebanding dengan hasil panennya. “Sudah saya semprot hingga 10 kali juga tidak mempan, werengnya juga tidak hilang,” ungkapnya.
Dengan membawa satu jeriken bensin yang dibelinya di tempat pengecer. Tangan pria tua itu mulai menyiram bensin ke seluruh tanaman padi yang diserang wereng. Kemudian membakar seluruh tanamannya. Dan tidak berselang lama, padi yang ada di lahan seluas 2,5 hektare itu hangus dilalap api.
Sebelumnya, pria yang tinggal di Tunggultani, Jantirejo, Karanganyar memanfaatkan padi yang diserang wereng sebagai makanan ternak, tetapi karena ingin memutus siklus wereng ia pun memilih membakarnya. “Biasanya kami berikan kepada hewan-hewan ternak kami, lha mau diapakan lagi. Dimakan tidak bisa, apalagi dijual