Serangan Wereng, Dinas Disangsikan

Sejumlah petani padi di Jantirejo, Karanganyar mulai menyangsikan kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Pasalnya, meski serangan wereng sudah menjadi langganan, tetapi hingga kemarin belum juga ada PPL yang datang. 
“Kebanyakan dari kami adalah petani tradisional, tidak tahu tanaman lain selain padi, karena memang dari dulu kami selalu tanam padi. Kalau tidak ada penyuluh (PPL) yang datang, kami juga tahunya cuma tanam padi,” keluh salah seorang petani, Giyo (69). Padahal mereka sangat membutuhkan adanya pembinaan dari PPL, agar tanaman padi bisa dipanen dan tidak lagi diserang wereng.
Untuk memutus siklus wereng, kemarin, Rabu (25/5) pagi, puluhan petani di Jantiharjo nekat membakar lebih kurang 2,5 hektare padi yang diserang wereng. Pasalnya, meski sudah diberikan obat-obatan dan disemprot hingga 10 kali, tetapi siklus wereng tidak juga habis.
Wiryo menambahkan, dari 213 hektare lahan padi yang ada, hanya tujuh hektare yang dapat dipanen.
Terpisah Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar Supramnaryo mengaku, sudah menerjunkan PPL ke setiap desa. “Seorang PPL itu menangani satu hingga dua desa, jadi para petani juga diminta untuk aktif dengan kelompok taninya. selain itu, juga aktif mengawasi tanaman padinya,” terangnya kemarin