Wisatawan Manca Lirik Karanganyar

Wisatawan Mancanegara (Wisman) mulai melirik sejumlah obyek wisata di Kabupaten Karanganyar. Hampir setiap tahunnya jumlah Wisman yang datang ke Karanganyar mencapai 12.000 orang. Melihat potensi dan adanya ketertarikan Wisman terhadap obyek wisata di Bumi Intanpari, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar berencana meningkatkan potensi Karanganyar hingga dapat mendatangkan Wisman lebih banyak setiap tahunnya.
“Target kami supaya jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang di Karanganyar terus bertambah. Selain itu, usaha ini juga dalam rangka mendukung Visit Jateng Year 2013,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (4/5). Dari 12.000 Wisman tersebut di antaranya merupakan warga jepang, Australia, serta Singapura.
Meski saat ini hanya tiga negara itu yang mendominasi tetapi ke depannya Pemkab akan melebarkan sayapnya dengan menggaet Wisman dari negara lain, seperti China. Sebagai permulaan, kemarin Pemkab sudah memperkenalkan sejumlah obyek wisata kepada 23 agen wisata dan jurnalis dari China di pendapa Rumah Dinas Bupati.
Antara lain, Candi Cetho, Sukuh serta obyek wisata lainnya. Selain itu, dalam penyambutan kemarin, para Wisman tersebut disuguhi dengan sejumlah kesenian, seperti tari dan lagu kencar-kencar. Rencananya, untuk lebih menarik minat Wisman, Disparbud akan kembali menggelar Grebeg Lawu. “Rencananya kami akan gelar Grebeg Lawu lagi, karena sudah beberapa tahun ini event ini sudah tidak digelar,” ungkapnya.

Selain berkunjung di tempat wisata, ketertarikan Wisman akan pengembangan obyek wisata juga sudah mulai terlihat. Seperti adanya seorang investr dari Taiwan yang berniat untuk mengembangkan salah satu obyek Wisata air panas Pablengan. “Saat ini masih dalam proses, diharapkan bisa lolos. Kendala yang dihadapi yakni mengenai status kepemilikan lahan dan masih dalam pembahasan