Dinas Pertanian Kembangkan Lada Putih

Untuk meminimalkan kerugian petani cengkeh akibat banyaknya bakteri pembuluh kayu cengkeh (BPKC) yang menyerang tanaman, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar berencana mengganti tanaman cengkeh dengan lada putih. Sebagai demonstrastion plot (Demplot), Distanbunhut memilih Jenawi dan Bejen.

Kepala Distanbunhut Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan, pihaknya masih menyosialisasikan rencana ini kepada warga. Harapannya agar warga mau mengganti tanaman cengkeh dengan lada putih. “Karena tanaman cengkeh banyak yang terserang BPKC, kami kemudian memberikan solusi untuk mengganti tanaman cengkeh dengan lada putih,” katanya, Selasa (3/5) kemarin. Saat ini, lebih kurang lima hektare pohon cengkeh yang ada di Ngargoyoso terserang BPKC. Hama ini membuat pohon meranggas, gugur, dan mengering. Akibatnya, pohon cengkeh tidak dapat memberikan hasil yang maksimal bahkan terancam gagal panen. Siti mengungkapkan, pihaknya pun sudah berupaya untuk menghentikan bakteri tersebut dengan berbagai cara, tetapi tidak membuahkan hasil. “Pengobatan sudah pernah dilakukan dengan pemberian infus, tetapi tidak membuahkan hasil. Selain itu BPKC juga sempat diteliti oleh Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbung) dari Kementrian Pertanian,” tambahnya. Mengenai alasan pemilihan lada putih sebagai alternatif pengganti cengkeh, menurut Siti lada disukai masyarakat dan harganya lumayan mahal. “Pemilihan lada putih sebagai pengganti karena lada disukai masyarakat, selain itu juga untuk penanaman satu pohon lada dapat menghasilkan lebih kurang dua hingga tiga kilogram, dan satu kilogramnya harganya kira-kira Rp 90.000,” katanya. Untuk tahun ini, Distanbunhut sudah mengembangkan tanaman lada putih di Dusun Wonorejo, Bejen, Karanganyar. Dari pengembangan pertama ini Distanbunhut mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan untuk Demplot berikutnya Distanbunhut memilih Jenawi sebagai sasarannya. “Saat ini hasil lada yang bagus justru di Karanganyar, yakni Dusun Wonorejo. Selanjutnya lada akan dikembangkan di Jenawi.