Tentang Kantor Ketahanan Pangan

BAB I

GAMBARAN UMUM DAERAH

1. KONDISI UMUM DAERAH MASA KINI

Secara geografi, wilayah Kabupaten Karanganyar di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri, di sebelah barat berbatasan dengan Kota Surakarta dan Kabupaten Boyolali, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sragen, serta di sebelah timur berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur.

Kabupaten Karanganyar terdiri dari 17 kecamatan, 177 desa/kelurahan dan 1091 dusun, dengan jumlah penduduk 851.336 jiwa (421.717 jiwa laki-laki dan 429.649 jiwa perempuan).

Kemiskinan merupakan kondisi yang multidimensi. Pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan dengan strategi tunggal. Secara nasional mulai tahun 2008, upaya penanggulangan kemiskinan di kelompokkan ke dalam 3 (tiga) kluster antara lain:

  1. Bantuan dan perlindungan sosial dengan instrumennya antara lain: Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
  2. Pemberdayaan masyarakat dengan instrumennya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) antara lain PNPM Mandiri Pedesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan serta PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan).
  3. Penguatan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) dengan instrumennya Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan mengakomodasikan strategi penanggulangan kemiskinan tersebut dan perencanaan pembangunannya.

KONDISI YANG DIINGINKAN dan PROYEKSI KEDEPAN

Guna mengefektifkan upaya penanggulangan kemiskinan, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) hingga level daerah. Tantangan yang dihadapi adalah mengkoordinasikan berbagai aspek meliputi: (1) Aspek pendataan; (2) Aspek Program; (3) Aspek Pendanaan; (4) Aspek Kelembagaan. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penanggulangan kemiskinan antara lain kurang validnya data rumah tangga miskin sebagai sasaran program dan belum sinkronnya berbagai program penanggulangan kemiskinan lintas sektor.

Misi ke-3 (tiga) Kabupaten Karanganyar, “Mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan yang bertumpu pada kemandirian, peningkatan kualitas SDM dan penyetaraan gender”. Urusan yang terkait untuk mewujudkan misi dan tujuan tersebut di atas adalah: (1) Ketahanan Pangan; (2) Pendidikan; (3) Kepemudaan dan Olah Raga; (4) Kesehatan; (5) Sosial; (6) Ketenagakerjaan dan Transmigrasi; (7) KB dan KS; (8) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; (9) Perdagangan; (10) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; (11) Pertanian; (12) Lingkungan Hidup; (13) Pariwisata; (14) Perhubungan; (15) Pemberdayaan Masyarakat Desa; (16) Perencanaan Pembangunan; (17) Pekerjaan Umum; (18) Penataan Ruang; (19) Pertanahan; (20) Perumahan; (21) Penanaman modal; dan (22) Perpustakaan.

Indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi terwujudnya kesejahteraan masyarakat meliputi indikator bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, pemberdayaan dunia usaha, perumahan dan pemukiman.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan kemampuan keuangan daerah itu pada akhirnya dapat menurunkan presentasi tingkat kemiskinan dari sebesar 17,07 persen pada tahun 2008 menjadi sebesar 7,00 persen pada tahun 2013.

Tingkat kesejahteraan masyarakat juga dapat diidentifikasi dengan semakin tertatanya lingkungan hidup masyarakat. Lahan produktif dipertahankan jangan sampai menurun dari tahun ke tahun.

C. PRIORITAS DAERAH

Prioritas pembangunan Kabupaten Karanganyar adalah industri, pertanian, dan pariwisata (Intanpari). Atas dasar permasalahan, situasi dan kondisi masyarakat Kabupaten Karanganyar, maka pada tahun 2011, prioritas pembangunan diarahkan untuk meningkatkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Peningkatan penanggulangan kemiskinan.
  2. Pemulihan ekonomi dan peningkatan kesempatan usaha berbasis ekonomi kerakyatan (Koperasi dan UKM, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral, Pariwisata, Perhubungan, Ketenagakerjaan, Penanaman Modal, Perdagangan dan Pengembangan Dunia Usaha).
  3. Peningkatan pelayanan dan kualitas bidang pendidikan.
  4. Peningkatan pelayanan dan kualitas bidang kesehatan.
  5. Revitalisai pertanian (pertanian, perkebunan dan kehutanan).
  6. Peningkatan sarana dan prasarana umum daerah (infrastruktur, pelayanan dan kualitas bidang perpustakaan).
  7. Pelestarian alam (lingkungan hidup) dan penanganan bencana alam.
  8. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien sesuai dengan prinsip Good Governance.
  9. Peningkatan kapasitas hukum dan stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.

Adapun skala prioritas pembangunan bidang ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar selama tahun 2010, terlampir pada Lampiran 01.

BAB II

DESKRIPSI KANTOR KETAHANAN PANGAN

TAHUN 2011

(A). VISI dan MISI

Visi Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar yaitu: “Sebagai lembaga yang handal dan profesional dalam memantapkan ketahanan pangan masyarakat yang berbasis sumber daya lokal menuju Karanganyar sejahtera”.

Misi Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar adalah merupakan serangkaian tindakan yang lebih nyata atau sesuatu yang harus diemban untuk mencapai visi. Oleh karena itu dengan mengacu pada visi tersebut, maka disusunlah suatu misi sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan fasilitas dan pembinaan dan ketersediaan, cadangan distribusi dan konsumsi pangan.
  2. Mendorong dan memfasilitasi peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. Pada tingkatan keluarga, lokal, daerah, sesuai dengan sumber daya dan budaya lokal.
  3. Menyelenggarakan fasilitasi dan pembinaan kualitas pengkajian, pengembangan, pemantauan dan perumusan kebijakan yang menyangkut aspek ketersediaan pangan dan cadangan pangan, distribusi dan harga pangan strategis, kewaspadaan  pangan dan gizi serta penganekaragaman konsumsi.
  4. Menciptakan hubungan dan koordinasi yang harmonis dengan lembaga terkait, baik di dalam dan di luar Dewan Ketahanan Pangan dalam kegiatan perencanaan, implementasi pemantauan dan evaluasi kebijakan ketahanan pangan.
  5. Menjadikan Karanganyar sebagai daerah pertanian yang berwawasan agrobisnis dan agroindustri dengan mengembangkan produk unggulan, andalan dan potensial yang kompetitif.

(B). TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar mempunyai tugas pokok membantu Bupati Karanganyar dalam menyelenggarakan Pemerintah Daerah di bidang Ketahanan Pangan (Perbup. Karanganyar Nomor 11 Tahun 2009 pasal 3). dengan uraian tugas pokok sebagai berikut:

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan.
  2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan yang meliputi ketersediaan dan distribusi pangan, konsumsi, dan penganekaragaman pangan, keamanan pangan serta ketatausahaan.
  3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pemberian pelayanan di bidang ketahanan pangan.
  4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Guna menyelenggarakan tugas pokok tersebut Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan.
  • Pelayanan dan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan.
  • Pengkoordinasian penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan.
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya

Untuk lebih detailnya Informasi Kantor Ketahanan Pangan silahkan Download di bawah ini

Kantor Ketahanan Pangan

Kategori Tak Berkategori