Mahasiswa UGM Adakan Program Sosial Pendidikan di Karangpandan

Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) yang tergabung dalam kelompok pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian pada Masyarakat (PKM-M), mengadakan program sosial pendidikan di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) ini berfokus pada upaya pembiasaan keaktifan menulis siswa-siswi sekolah dasar.

Program ini berjalan di tujuh SD di tiga desa, yakni SDN 01 Karangpandan, SDN 02 Karangpandan, SDN 01 Doplang, SDN 02 Doplang, SDN 01 Tohkuning, SDN 02 Tohkuning, dan SDN 03 Tohkuning.

“Dalam pandangan anak-anak, terdapat kecenderungan bahwa menulis merupakan kegiatan yang tidak mudah. Akibatnya, anak-anak yang terjebak pada stigma ini akan terbatasi kreativitasnya. Padahal, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dasar komunikasi yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya pertukaran ide untuk mendukung perkembangan kognitif anak. Itulah masalah utama yang mendasari inisiasi program ini,” ungkap Nicko Rizqi Azhari, ketua pelaksana program.

Dalam upaya peningkatan minat anak dalam menulis, program yang telah berjalan sejak akhir Februari ini melakukan pendekatan yang berbeda, yakni dengan memberikan insentif. “Secara psikologis, kemauan anak yang belum kuat dan belum berkembang penuh dapat dirangsang melalui tindakan persuasif. Dalam program ini, kami memberikan motivasi serta insentif untuk mendorong kebiasaan menulis para siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahap awal pelaksanaan program, kelompok pelaksana membagikan majalah anak-anak kepada siswa sasaran program sebagai motivasi bagi siswa untuk berkarya. Selanjutnya, para siswa dilibatkan dalam sistim kompetisi untuk mendapatkan insentif yang dijanjikan. Program yang kini telah berjalan kira-kira lima puluh persen ini diakuinya telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik, ditandai dengan antusiasme yang besar dari siswa dan respon dari para guru dan karyawan sekolah sasaran program yang cukup baik pula.

Nicko menambahkan, hingga kini, kelompok pelaksana telah menerima lebih dari 1.000 hasil karya siswa. Hasil karya inilah yang selanjutnya diseleksi dan diterbitkan dalam buletin yang dinamakan Mas Said (Media Asyik Sahabat Murid), sebanyak tiga kali penerbitan. Di samping mendorong keaktifan menulis siswa, program yang melibatkan 500 siswa ini juga mengadakan kegiatan outbond dan pelatihan penulisan untuk memberikan kiat-kiat serta teknik dasar menulis bagi para siswa.