UN Rawan Pendongkrakan Nilai

Munculnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 45 tahun 2010 yang tentang regulasi baru yang mengatur kelulusan siswa pada Ujian Nasional (UN), dikhawatirkan rawan pendongkrakan nilai. Pasalnya kelulusan UN tidak hanya ditentukan oleh hasil ujian, melainkan juga dipengaruhi oleh nilai rata-rata rapor semester.

Dewan Pendidikan Karanganyar pun menyatakan sudah mengetahui celah pendongkrakan nilai ini. Tetapi mereka tetap berusaha agar kejadian itu tidak mempengaruhi kelulusan siswa-siswi di Kabupaten Karanganyar. “Dengan regulasi dari Permendiknas yang baru ini kelulusan ujian juga dipengaruhi hasil ujian rata-rata setiap semesternya, sehingga pihak sekolah pun bisa menentukan kelulusan peserta didiknya,” kata sekretaris Dewan Pendidikan Sarilan, Rabu (13/4).

Dengan regulasi yang baru ini, nilai rata-rata per semester memberikan peran sebesar 40 persen untuk menentukan kelulusan, di samping hasil ujian sebesar 60 persen. Selain pendongkrakan nilai US, Dewan juga melihat adanya pengubahan nilai rata-rata. Tetapi celah itu menurut Dewan sangat sulit dilakukan, pasalnya pasti ketahuan. Selain itu, untuk menentukan kelulusan seorang siswa, harus melalui rapat dewan guru.

“Meski celah pergantian nilai itu ada, sangat sulit. Karena harus melalui tiga tahap pengubahan. Dan itu pasti akan ketahuan kalau digantikan,” tambah Sarilan. Dengan banyaknya celah-celah dalam UN tahun ini, Dewan pendidikan meminta kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan komite sekolah untuk benar-benar bekerja.

Sementara itu, bendahara Dewan Pendidikan Suparmi mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemantau mandiri. Tim yang dibentuk dari unsur Dewan Pendidikan ini mulai bekerja pada saat UN berlangsung. “Nantinya tim mandiri ini mulai bekerja saat pendistribusian soal UN, “ kata Suparmi. Anggota Dewan pendidikan menolak jika dikatakan tim mandiri ini terlambat pembentukannya, karena baru mulai kerja pada UN dan bukannya US yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu.

“Tidak terlambat, tetapi tim mandiri ini memang hanya bekerja pada saat Ujian nasional saja, jadi tidak mengawasi saat US,” bantah Wakil ketua Dewan Pendidikan Djatmiko kemarin. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010/2011 akan berlangsung Senin-Kamis (18-21/4) untuk jenjang SMA/MA/SMK. Dilanjutkan Senin-Kamis (25-28/4) untuk jenjang SMP/MTs, sedangkan UN untuk SD/MI akan berlangsung 10 sampai 12 Mei.

Sumber: http://harianjoglosemar.com