Petani Sayuran Terancam Gagal Panen

Petani sayuran di wilayah Tawangmangu terancam gagal panen, karena hujan deras terus mengguyur daerah itu. Bahkan petani harus bersiap-siap untuk rugi hingga ratusan juta, karena sayuran yang mereka tanam tidak bisa dipanen. Hingga saat ini belum ada penanganan serius dari instansi terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Camat Tawangmangu Yopi Eko Jatiwibowo menjelaskan, akibat hujan deras yang mengguyur Wilayah Tawangmangu, tanaman sayur menjadi kelebihan air kemudian mati. Meski dapat diminimalkan, tetapi petani harus menyiapkan dana lebih untuk itu. “Meski dapat bertahan, tetapi butuh biaya lebih untuk pemeliharaannya,” kata Yopi, kemarin.
Padahal, saat ini Wilayah Tawangmangu menjadi sentra jual beli sayuran seperti wortel, sawi dan daun bawang. Dan pembelinya kebanyakan merupakan orang dari luar daerah seperti Sukoharjo dan Solo. “Untuk sayuran sawi yang ada di sini (Tawangmangu-red) mencapai 70 hektare, wortel seluas 125 hektare dan daun bawang seluas 50 hektare. Tetapi akibat hujan yang terus mengguyur petani siap-siap merugi,” tandasnya.
Yopi menaksir kerugian yang akan diderita oleh para petani tidaklah sedikit. Karena untuk setiap hektarenya, petani ditaksir merugi hingga Rp 5 sampai Rp 7 juta. Dengan kondisi ini, Yopi mengharap pihak terkait agar cepat mengambil tindakan.
Terpisah, kepala dinas pertanian tanaman pangan perkebunan dan kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch saat dihubungi Joglosemar mengaku sudah menyurvei sejumlah lokasi dan menyiapkan bantuan pestisida.
“Kalau mengenai cuaca kami tidak bisa apa-apa, tetapi kami sudah menyurvei sejumlah lokasi. Nantinya akan kita buat saluran irigasi agar kalau hujan deras air dapat mengalir dan tidak ngecembeng di lahan,” terangnya.
Selain itu, katanya, Pemkab juga menyiapkan bantuan berupa pestisida untuk para petani. “Kalau hujan turun biasanya banyak hamanya, Pemkab sudah menyiapkan pestisida. Jika ada petani yang kesulitan lapor saja, kami siap membantu