Muncul Titik Rekahan Baru

Mengantisipasi terjadinya longsor yang disebabkan curah hujan tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar terus meningkatkan pengawasan di kecamatan. Pasalnya cuaca ekstrim yang masih berlangsung akhir-akhir ini memunculkan rekahan baru di tiga Desa antara lain Ploserejo, Koripan, Guyon dan Tengklik.

Selain meningkatkan pengawasan, Kepala BPBD, Aji Pratama Heru Kristanto juga mengimbau warga yang berada di daerah rawan longsor agar terus waspada.  “Kami terus meningkatkan pengawasan daerah rawan longsor seperti di Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Guyon dan Tengklik, Kecamatan Tawangmangu dan Koripan, Kecamatan Matesih. Juga meminta warga yang tinggal di sekitar wilayah itu agar terus waspada,” ujar pria yang akrab dipanggil Heru kepada wartawan, kemarin.

Dia menambahkan, saat ini masih ada puluhan kepala keluarga yang tinggal di lokasi rawan longsor itu. Terlebih akhir-akhir ini, curah hujan yang turun sangatlah tinggi. Hal ini menyebabkan munculnya beberapa rekahan baru yang juga berpotensi longsor.
Selain warga, pengarahan juga diberikan kepada sejumlah perangkat desa. Bahkan beberapa waktu lalu, BPBD bekerja sama dengan Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Teknik Geologi UGM guna mengadakan mitigasi bencana bertempat di kantor BPBD.
Dari data dan pemetaan yang dilakukan BPBD, ada sekitar 34 desa atau kelurahan yang masuk dalam daerah rawan longsor (zona merah). Ke-34 desa ini berada di 10 kecamatan seperti Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Karangpandan, Matesih, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro dan Jumantono.
Seperti diberitakan sebelumnya Selasa (1/3), longsor terjadi di tujuh dusun yang ada di dua kecamatan yakni Ngargoyoso dan Karangpandan.