Biaya KTP Akan Dibedakan

Menanggapi berbagai penolakan fraksi-fraksi di DPRD Karanganyar terkait akan dinaikkannya biaya pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), Bupati Karanganyar memberikan wacana akan membedakan tarif antara warga miskin dan warga kaya. Pasalnya penolakan tersebut sebagian didasari karena adanya anggapan bahwa warga Karanganyar masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Saya hanya inginkan solusi yang terbaik bagi warga saya, karena tidak semua warga yang tinggal di Karanganyar miskin. Tetapi juga banyak yang kaya, jadi mereka pasti mampu jika tarif KTP akan dinaikkan,” terang Bupati  Rina kemarin. Dengan kondisi ini, Bupati Rina memiliki gagasan akan membedakan biaya tarif pembuatan KTP. Yakni bagi warga yang kaya tarif KTP tetap akan dinaikkan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.500.

“Saya setuju sekali jika tarif biaya KTP ada perbedaan antara warga miskin dengan yang kaya, tetapi ini juga perlu dibahas lagi, sehingga warga yang miskin tetap membayar Rp 5.000 atau sesuai dengan tarif lama,” urai Bupati Rina. Sedangkan untuk membedakan apakah warga tersebut merupakan warga miskin atau kaya, menurut Bupati Rina itu sudah ada datanya.

Salah seorang warga Tawangmangu, Widodo (31) mengaku tidak keberatan dengan dinaikkannya tarif KTP. Asalkan semua dana tersebut transparan dan pas penggunaannya.

Sumber: harianjoglosemar.com