Bantuan PNPM Merosot Rp 10 M

Bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan mengalami penurunan hingga Rp 10 miliar yakni menjadi Rp 13,6 miliar dari PNPM 2010 yang mencapai Rp 23 miliar. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo hal disebabkan ada pengurangan jumlah dana kepada Kecamatan yang sudah masuk tahun keempat.
“Pengurangan ini karena ada enam Kecamatan yang sudah masuk tahun keempat menerima PNPM, sehingga jumlahnya hanya sebesar Rp 600 juta untuk setiap kecamatannya,” terang Desto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin. Kecamatan tersebut antara lain,  Mojogedang, Gondangrejo, Jumantono, Matesih, Tawangmangu dan Jumapolo.
Sementara enam Kecamatan akan menerima dana antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 mililar. Seperti Jatiyoso akan mendapatkan dana sebesar Rp 2 miliar, Karangpandan sebesar Rp 2 miliar, Ngargoyoso Rp 1,5 miliar, Kerjo sebesar Rp 1,5 miliar, Jenawi sebesar Rp 1,5 miliar dan terakhir Jatipuro akan mendapatkan 1,5 milliar.
“Perbedaan jumlah dana PNPM antara lain dipengaruhi oleh jumlah penduduk, luas wilayah. Tetapi besaran dana sudah ditentukan dari pusat,” tambahnya. Dana sebesar Rp 13,6 miliar diperoleh dari dana APBN sebesar Rp 10,88 miliar (80%) dengan dana pendampingan dari APBD II sebesar Rp 2,72 miliar (20%).  Desto menambahkan, saat ini semua dana sudah siap tinggal menunggu kesiapan Unit Pelaksana Kecamatan (UPK).